
Pernah nggak sih lo lagi asyik-asyiknya main game, terus tiba-tiba listrik mati? Atau lagi nge-date romantis, eh, malah kejedot lubang segede kawah gara-gara jalanan gelap? Nah, kebayang nggak kalau kondisi kayak gitu itu bukan kejadian sesekali, tapi jadi bagian dari keseharian lo? Itulah sedikit gambaran hidup di daerah yang infrastrukturnya masih minim. Jujur aja, kadang kita yang tinggal di kota suka lupa betapa beruntungnya kita.
Ngomong-ngomong soal yang “jauh dari kata beruntung,” mari kita terbang (secara metaforis, karena ongkos pesawat ke sana lumayan juga, hehe) ke sebuah kabupaten di pegunungan Papua: Intan Jaya. Nama yang indah, kan? Tapi, jangan ketipu sama namanya. Dulu, Intan Jaya ini lebih dikenal dengan tantangan infrastrukturnya yang… yaaa, bisa dibilang bikin geleng-geleng kepala. Jalanan kayak roller coaster tanpa sabuk pengaman, sinyal hape lebih susah dicari daripada jodoh, dan listrik… ah, sudahlah, mending nyalain lilin aja sekalian.
Tapi, tunggu dulu! Jangan buru-buru mikir ini cerita sedih melulu. Karena, kayak lagu dangdut, selalu ada harapan di tengah kesengsaraan. Intan Jaya nggak mau terus-terusan jadi kabupaten yang “tertinggal jauh di belakang.” Mereka mulai berbenah diri, membangun jembatan (secara harfiah dan metaforis), dan mengubah wajah daerahnya pelan-pelan tapi pasti.
Mungkin lo bertanya-tanya, “Ah, palingan juga proyek mercusuar yang cuma bagus di foto doang.” Atau, “Palingan juga cuma janji manis politisi pas kampanye.” Nah, di artikel ini, gue nggak mau cuma kasih lo janji-janji surga. Gue mau ajak lo lihat sendiri bagaimana transformasi Intan Jaya ini terjadi. Siapa saja tokoh-tokoh di baliknya, apa saja tantangan yang mereka hadapi, dan yang paling penting: apakah pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat?
Jadi, siap untuk menyelami kisah yang lebih seru dari sinetron stripping ini? Siap untuk melihat bagaimana sebuah daerah di ujung Indonesia berjuang untuk mengejar ketertinggalan? Yuk, lanjut baca! Karena gue jamin, lo bakal nemuin banyak hal menarik (dan mungkin juga bikin lo mikir ulang tentang arti kemajuan) di balik kisah Intan Jaya membangun ini.